Terapi plasma darah konvalesen menggunakan darah orang-orang yang telah sembuh dari virus COVID-19. Tak heran belakangan ini banyak pasien virus corona yang mencari plasma darah penderita/penyintas COVID-19 untuk melakukan pengobatan tersebut. Darah yang disumbangkan oleh penyitas COVID-19 mengandung antibodi terhadap virus yang menyebabkannya, virus corona.

Para penyitas COVID-19 akan menjadi donor plasma dengan menjalani sejumlah pemeriksaan dan memenuhi persyaratan. Darah yang disumbangkan diproses untuk menghilangkan sel darah, meninggalkan cairan (plasma) dan antibodi. Plasma darah ini, dapat diberikan kepada pesien COVID-19 untuk meningkatkan kemampuan melawan virus. Terapi plasma konvalesen dapat membantu orang pulih dari COVID-19 sehingga dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit. Terapi plasma konvalesen COVID-19 diberikan sebagai upaya pengobatan bukan untuk pencegahan. Kini, terapi plasma konvalesen hanya boleh digunakan untuk kondisi darurat dan penelitian.

FDA, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menyetujui program untuk menguji plasma pada penyitas COVID-19 di Mayo Clinic. Lebih dari 90.000 pasien telah mendaftar dalam program tersebut, dan 70.000 telah menerima perawatan. Data menunjukkan bahwa plasma dapat menurunkan angka kematian pada pasien sebesar 35%, terutama jika pasien dirawat dalam waktu tiga hari setelah diagnosis. Mereka yang mendapat manfaat paling banyak berusia di bawah 80 tahun dan tidak menggunakan alat bantu pernapasan.

Sampai saat ini, belum diketahui apakah terapi plasma konvalesen akan menjadi pengobatan yang efektif untuk COVID-19. Data dari uji klinis kecil dan akses data nasional menunjukkan bahwa plasma konvalesen dapat mengurangi tingkat keparahan atau mempersingkat durasi perawatan COVID-19. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah terapi plasma konvalesen akan menjadi pengobatan yang efektif untuk semua kasus COVID-19.

Blood plasma as a hope for treatment of coronavirus infection. Syringes with Platelet-Rich plasma preparation for plasmolifting therapy. Selective Focus.

Cara Kerja Terapi Plasma Konvalesen

Terapi plasma darah atau plasma konvalesen dilakukan dengan mengambil plasma konvalesen dari darah penyitas COVID-19 yang telah sembuh total. Plasma darah akan diberikan kepada pasien yang corona virus dalam kondisi berat dengan menstranfusikan plasma darah sebagai bagian dari perawatan. Ada beberapa prosedur yang dilakukan di antaranya sebagai berikut.

Sebelum prosedur

Sebelum terapi plasma konvalesen, tim perawatan kesehatan akan mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan. Petugas kesehatan memasukkan jarum sekali pakai steril yang terhubung ke tabung (intravena, atau IV, garis) ke dalam pembuluh darah di salah satu lengan Anda.

Selama prosedur

Ketika plasma tiba, kantong plasma steril melekat pada tabung dan plasma menetes keluar dan ke dalam tabung. Dibutuhkan sekitar 1-2 jam untuk menyelesaikan prosedur ini.

Setelah prosedur

Anda akan diawasi dengan ketat setelah menerima plasma konvalesen. Dokter Anda akan merekam tanggapan Anda terhadap perawatan. Dia mungkin juga mencatat berapa lama Anda harus tinggal di rumah sakit atau membutuhkan terapi lain.

Donor Plasma Darah

Pendonor plasma darah perlu menjalani pemeriksaan fisik dan dipastikan sudah sembuh total dari virus tertentu termasuk virus COVID-19. Saat mendonorkan plasma sedikit berbeda ketimbang mendonorkan darah biasa. Jika mendonorkan darah lengkap, darah tersebut langsung dimasukkan ke dalam kantong pengumpulan. Kemudian, dipisahkan di laboratorium. Sedangkan saat mendonorkan plasma, darah yang diambil dari lengan Anda melewati mesin khusus untuk memisahkan berbagai bagian darah Anda. Bagian-bagian yang tersisa, termasuk sel darah merah Anda, kembali ke tubuh Anda, bersama dengan larutan garam (air asin). Prosesnya memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit.

Jadi, dapat disimpulkan secara sederhana bahwa terapi plasma darah merupakan metode mentransfer antibodi yang diambil dari penyitas COVID-19 dan diberikan kepada pasien COVID-19 untuk meningkatkan kemampuan melawan virus. Plasma ini mengandung agen sistem kekebalan yang dapat membantu penerima dalam memerangi penyakit tersebut. Namun, perlu dingatkan terapi plasma darah ini hanya sebagai upaya pengobatan atau terapi tambahan pada kasus berat. Jangan lupa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah virus corona dengan menjaga jarak, memakai masker, dan menjaga kebersihan diri.

Open chat