Penyebab Gangguan Pernapasan yang Biasa Terjadi

Sistem Pernapasan Manusia
Written byFaustine Cendana
December 13, 2020

Sistem Pernapasan Manusia

 

Pernapasan merupakan salah satu tanda vital yang paling utama di tubuh. Seseorang bisa bernapas berkat kerja sistem pernapasan yang baik. Sistem Pernapasan manusia terdiri dari hidung, mulut, rongga sinus, tenggorokan, laring (kotak pita suara), trakea, bronkus, dan paru-paru. Selain itu, terdapat pula pembuluh darah, diafragma, otot-otot pernapasan, pleura (selaput paru-paru), tulang iga, dan alveoli atau kantung udara kecil. Ketika pernapasan bermasalah, tubuh akan mengalami kesulitan dalam memperoleh oksigen dan membuang zat limbah karbondioksida. Gangguan pernapasan ini tentu dapat mengganggu kinerja berbagai organ tubuh. Berikut mari kita bahas beberapa penyebab gangguan pernapasan.

Gangguan Pernapasan

Berikut beberapa gangguan Pernapasan yang biasa terjadi pada manusia dan penyebab nya

1. Asma

Gangguan pernapasan akibat asma terjadi ketika saluran pernapasan membengkak dan menyempit karena peradangan.Terjadinya penyakit asma diduga disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan dan kelainan sistem kekebalan tubuh.

Penderita asma dapat mengalami kekambuhan gejala ketika terpapar faktor pemicu asma, misalnya debu, bulu binatang, serbuk sari, asap rokok, dan udara dingin. Selain itu, gejala asma juga bisa muncul akibat stres atau kelelahan. Biasanya sesak napas dibarengi oleh mengi (wheezing) yang merupakan suara khas bernada tinggi saat pasien mengeluarkan napas.

2. Bronkitis

Bronkitis adalah penyakit penyebab gangguan pernapasan yang terjadi akibat infeksi atau peradangan pada bronkus, yaitu saluran pernapasan yang menyambungkan tenggorokan dan paru-paru. Bronkitis dapat disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri serta paparan zat iritatif, seperti asap rokok, debu, dan polusi.

Penyakit ini dapat menimbulkan gejala batuk berdahak yang kadang dahaknya bisa berwarna, demam, nyeri dada, sesak napas, dan lemas. Sesak napas menjadi tanda umum dari penyakit ini.

3. Syok anafilaktik

Syok anafilaktik adalah reaksi alergi berat yang muncul ketika penderita alergi terpapar zat pemicu alergi (alergen), misalnya makanan atau obat-obatan tertentu, sengatan atau gigitan serangga, dan debu. Syok anafilaktik dapat menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Badan tiba-tiba terasa hangat.
  • Pembengkakan bibir dan lidah.
  • Bengkak di tenggorokan atau kesulitan menelan.
  • Sensasi kesemutan pada kulit kepala, mulut, tangan, dan kaki.
  • Mual, muntah, dan diare.
  • Sakit perut
  • Tampak bingung dan gelisah.
  • Terasa melayang, ingin pingsan, sampai kehilangan kesadaran
  • Sesak atau mengi.
  • Berdebar-debar, denyut nadi lemah, keringat dingin, dan pucat.

Meski cukup jarang terjadi, syok anafilaktik adalah kondisi yang berbahaya dan perlu segera mendapatkan penanganan dokter di rumah sakit. Jika tidak, kondisi ini berpotensi menyebabkan kematian.

4. Pneumonia

Biasa disebut dengan radang paru-paru, merupakan peradangan akibat infeksi. Batuk berdahak, demam, dan sesak napas adalah gejala umum dari pneumonia. Ciri lain dari penyakit ini adalah dahak kental yang dapat berwarna kuning, hijau, cokelat, atau bernoda darah.

Infeksi virus, bakteri, ataupun jamur adalah penyebab utama pneumonia. Pneumonia lebih dikenal sebagai paru-paru basah di Indonesia. Penyakit ini bukan hanya dapat menimpa orang dewasa, melainkan juga terjadi pada anak-anak, hingga bayi yang baru lahir. Berikut ini gejala-gejala yang biasanya muncul:

• Demam disertai nyeri kepala dan tubuh menggigil.
Batuk tidak berdahak, ataupun berdahak dengan cairan mengandung nanah yang berwarna kekuningan.
• Nyeri dada yang terasa ketika bernapas hingga napas yang pendek.
• Mual, muntah, dan diare.
• Rasa nyeri pada otot, sendi, serta mudah lelah.
• Denyut nadi yang melemah hingga 100 kali per menit.

5. Emfisema

Emfisema menyerang kantung udara alias alveoli. Kantung udara yang rusak menjadi tidak elastis sehingga pertukaran udara menjadi tidak lancar. Secara anatomis emfisema terjadi akibat pelebaran saluran paru serta kerusakan pada alveoli sebagai tempat pertukaran oksigen.

Seseorang yang terkena emfisema tidak selalu menunjukkan gejala yang khas. Namun seiring perjalanan penyakitnya, biasanya penderita kondisi ini lambat laun akan mengalami sesak saat bernapas.

Ciri khas batuk akibat emfisema adalah batuk yang berlangsung selama lebih dari 3 bulan dalam 1 tahun dan minimal selama 2 tahun berturut-turut.

6. Kanker paru-paru

Kanker paru adalah pertumbuhan abnormal pada jaringan paru. Ketika Anda menghirup napas, udara masuk ke dalam trakea (batang tenggorok), dan menuju ke paru-paru, dimana udara tersebut kemudian akan menyebar melalui tabung-tabung yang disebut bronki (saluran udara). Sebagian besar kanker paru berawal dari sel-sel yang melapisi tabung-tabung tersebut.

Terdapat dua jenis utama kanker paru :

  • Kanker paru non sel kecil merupakan jenis kanker paru yang paling umum.
  • Kanker paru sel kecil lebih jarang terjadi, namun menyebar dengan cepat ke bagian tubuh yang lain melalui darah.

Merupakan salah satu jenis kanker paling berbahaya dengan angka kematian yang tinggi. Terjadinya kanker paru-paru pada seseorang berkaitan erat dengan merokok baik aktif maupun pasif, riwayat kanker paru-paru di keluarga, riwayat paparan zat kimia dan gas beracun seperti asbestos dan radon, atau menghirup udara berpolusi dalam jangka panjang. Berikut ini gejala-gejala yang biasanya muncul:

• Batuk yang tidak kunjung hilang
• Batuk berdarah
• Nyeri dada dan tulang
• Sesak napas dan sakit kepala
• Suara serak
• Penurunan berat badan

7. Laringitis

Laringitis adalah gangguan pernapasan yang menyerang laring atau pita suara atau biasa disebut dengan radang pita suara. Peradangan yang terjadi biasanya disebabkan oleh penggunaan pita suara berlebihan, iritasi, atau infeksi pada laring. Ada beberapa gejala laringitis atau yang paling umum, yaitu:

• Hidung berair disertai sakit tenggorokan
• Suara serak atau sangat lemah – bahkan bisa hilang sama sekali
• Rasa gatal di tenggorokan
• Tenggorokan terasa kering
• Nyeri saat menelan dan mengunyah
• Demam pada beberapa kasus

laringitis yang kronik umumnya disebabkan oleh faktor lingkungan. Misalnya karena menghirup asap rokok atau udara terpolusi terus menerus, penyalahgunaan vokal, dan naiknya asam lambung ke tenggorokan.

Gangguan Pernapasan

Mari kita bersama-sama menumbuhkan kesadaran akan pentingnya untuk memeriksakan diri ke dokter saat gejala-gejala pernapasan timbul. Semoga Anda sekeluarga sehat selalu!

 

 

 

 

You May Also Like…

Fakta Medis Hand Sanitizer

Fakta Medis Hand Sanitizer

Orang-orang telah menggunakan pembersih tangan selama bertahun-tahun. Namun, penggunaannya telah meningkat pesat...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat