Apa itu Alergi ?

Written bySendy Saputra
November 14, 2020

Apa itu alergi

Buat Sahabat yang sering bertanya-tanya apa itu alergi, berikut Belanja Medic membantu menjelaskan. Alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh manusia terhadap benda tertentu, yang seharusnya tidak menimbulkan reaksi di tubuh orang lain. Reaksi tersebut dapat muncul dalam bentuk pilek, ruam kulit yang gatal, atau bahkan sesak napas. Reaksi alergi yang muncul pada tiap orang berbeda-beda, dari reaksi yang ringan seperti bersin-bersin hingga reaksi yang berat, yaitu anafilaksis.

Penyebab & Gejala Alergi

Alergi disebabkan oleh reaksi sistem imun terhadap alergen yang berbeda-beda pada tiap orang. Beberapa contoh alergen adalah debu, kulit mati hewan peliharaan, kacang, gigitan serangga, paparan ulat bulu, obat-obatan, tanaman (misalnya tanaman beracun) dan bahan lateks.

Gejala alergi pada tiap orang berbeda, bisa ringan atau berat. Gejala bisa berupa bersin-bersin, hidung berair, mata memerah dan gatal, ruam kulit yang terasa gatal, hingga sesak napas.

Penjelasan tentang alergi

Pengobatan dan Pencegahan Alergi

1. Antihistamin

Antihistamin bisa dibeli bebas atau diperoleh dengan resep dokter. Obat ini tersedia dalam beberapa bentuk, di antaranya:

  • kapsul dan pil,
  • obat tetes mata,
  • suntikan,
  • cairan, dan
  • nasal spray.

2. Kortikosteroid

Kortikosteroid adalah obat antiperadangan yang tersedia dalam beberapa bentuk, yaitu:

  • krim dan salep untuk kulit,
  • obat tetes mata,
  • nasal spray, dan
  • inhaler untuk paru-paru.

Orang dengan gejala yang parah bisa mendapatkan resep obat berupa pil kortikosteroid atau suntikan yang memiliki efek jangka pendek. Obat kortikosteroid juga dapat dibeli bebas ataupun dengan resep dokter.

Pemakaian kortikosteroid secara berulang tanpa pengawasan dokter bisa memberikan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan. Selalu konsultasikan penggunaan steroid dengan dokter dan periksakan diri Anda bila terdapat keluhan lain.

3. Dekongestan

Dekongestan adalah obat untuk meringankan hidung tersumbat. Obat ini biasanya tersedia dalam bentuk semprotan. Jangan gunakan semprotan hidung dekongestan lebih dari beberapa hari karena obat ini dapat menyebabkan efek sebaliknya.

Meski demikian, dekongestan dalam bentuk pil tidak memiliki efek samping yang sama. Orang yang mempunyai tekanan darah tinggi, masalah jantung, atau masalah prostat, harus menggunakan dekongestan dengan hati-hati.

4. Suntikan alergi

Suntikan imunoterapi akan diberikan jika tubuh tidak dapat menghindari alergen dan pasien mengalami gejala reaksi yang sulit dikendalikan. Suntikan alergi bekerja dengan mencegah tubuh agar tidak bereaksi berlebihan.

Suntikan akan diberikan dari dosis paling rendah, dan suntikan-suntikan berikutnya akan mengandung dosis yang terus lebih tinggi sampai dosis maksimum tercapai. Suntikan harus digunakan secara teratur agar efeknya optimal.

Suntikan tidak bisa digunakan oleh semua orang, dan Anda harus sering mengunjungi dokter untuk mendapatkan suntikan ini. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter secara rutin.

5. Sublingual Immunotherapy Treatment (SLIT)

Sublingual immunotherapy treatment adalah prosedur pengobatan tanpa suntikan. Obat diletakkan di bawah lidah untuk mengurangi gejala reaksi yang parah. Pemberian obat awalnya dilakukan dengan dosis rendah, lalu ditingkatkan perlahan-lahan.

6. Suntik Epinefrin

Reaksi yang parah atau anafilaksis perlu ditangani dengan obat yang disebut dengan epinefrin (EpiPen). Epinefrin bekerja dengan melebarkan saluran pernapasan dan meningkatkan tekanan darah yang tadinya terganggu akibat syok anafilaksis.

Pertolongan pertama terhadap reaksi alergi

Reaksi alergi sangat bervariasi pada tiap orang sehingga memiliki pertolongan pertama alergi yang berbeda pula. Anda mungkin hanya merasakan gatal setelah terkena debu, tapi orang lain bisa saja mengalami reaksi yang membahayakan jiwa.

Reaksi yang bersifat ringan dapat hilang dengan sendirinya atau dengan bantuan obat. Namun pada sejumlah kasus, pasien tidak mampu menggunakan obat karena reaksi yang dialaminya sangat parah.

Bila orang terdekat Anda mengalami reaksi ini, bantulah dia untuk menggunakannya. Jika orang tersebut tidak sadar, Anda harus mencarikan bantuan darurat untuknya dan melakukan hal berikut untuk mencegah syok sementara menunggu bantuan:

  1. Periksa apakah orang tersebut masih bernapas.
  2. Baringkan orang tersebut dalam posisi telentang di atas permukaan rata.
  3. Mengangkat kaki orang tersebut hingga lebih tinggi dari jantungnya
  4. Menutupi badannya dengan selimut.

Apabila situasi tertentu membuat Anda tidak bisa mencarikan bantuan darurat, segera bawa orang tersebut ke unit gawat darurat. Anda juga perlu melakukan ini ketika orang tersebut mengalami syok anafilaksis.

You May Also Like…

Fakta Medis Hand Sanitizer

Fakta Medis Hand Sanitizer

Orang-orang telah menggunakan pembersih tangan selama bertahun-tahun. Namun, penggunaannya telah meningkat pesat...

0 Comments

Trackbacks/Pingbacks

  1. Cara Meredakan Batuk Secara Alami yang Aman - My Blog - […] karena debu dan kotoran, batuk juga sangat beresiko jika Kita merokok, memiliki Riwayat ataupun alergi Asma, punya penyakit paru,…
  2. Cara Pembuatan Disinfektan dengan Mudah dan Benar - Belanja Medic - […] plastik ataupun sarung tangan lainnya. Karena cairan disinfektan dapat sangat sensitive menyebabkan kulit kering atau […]

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat